Pages

13 Oktober 2011

Sayangku, Engkaulah Rembulanku

Pernahkah anda merasakan betapa sangat berharganya seseorang yang anda cintai sehingga anda mengatakan kepadanya, "Sayangku, Engkaulah Rembulanku.." Termangu ketika menatapnya saat ia tertidur, saat ia tersenyum, pada keceriaan di setiap derai tawa. Kehadirannya membawa nuansa jingga dan ungu dikehidupan penuh warna.  Tertatih-tatih mewujudkan rumah seindah surga.  Keluarga dipenuhi dengan kebahagiaan merindukan akan ketenteraman dan kasih sayang. Namun yang terjadi justru anda mudah terluka dan menderita karena orang yang anda cintai. Anda menjadi sakit dan penuh derai air mata karena orang yang anda kasihi. Itulah Cobaan yang paling berat di dalam kehidupan rumah tangga maka anda harus memiliki sebuah kekuatan dan kesabaran yang besar agar anda bisa "memaafkan." karena bila tidak bisa memaafkan, maka hati anda dipenuhi oleh kemarahan, sakit, kecewa dan derita justru yang dilakukan oleh orang yang paling anda sayangi dan anda kasihi.


  Memaafkan hampir menjadi obat mujarab bila anda sedang menghadapi konflik keluarga. Menyentuh hati yang paling dalam, menyejukkan dari keresahan dan kegelisahan. Ketika kaki anda menginjak bumi, meraih jemari, rebah dalam kehangatan pelukan menyembuhkan luka. Tidaklah berarti apapun luka yang anda rasakan karena bukan seberapa besar luka dan derita namun seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang anda miliki untuk menanggung luka dan derita itu. Bila kekuatan dan kesabaran yang anda miliki kecil dan rapuh maka luka kecilpun anda sudah merasa begitu teramat menderita.  Jika anda memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, sebesar apapun luka dan derita itu tidak akan berarti apapun bagi anda, karena Allah melimpahkan kelembutan dan kasih sayang di dalam diri anda. Sebagaimana sabda Rasulullah. "Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi satu keluarga, maka Allah akan memasukkan rasa kelembutan dalam diri mereka" (HR. Ahmad).

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;