Pages

08 Oktober 2011

KONSEP DASAR MANAJEMEN


1.      Pengertian Manajemen

Ada beberapa definisi mengenai manajemen yang diberikan oleh para ahli.  Robbins dan Coulter (1999) menyebutkan manajemen adalah proses pengkoordinasian dan pengintegrasian kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efektif dan efisien melalui orang lain.  2 kata penting yang saling terkait di sini adalah pengkoordinasian orang lain dan efektif efisien.  Pengkoordinasian orang lain artinya melibatkan orang lain, sedangkan efektif dan efisien untuk menunjukkan berdaya guna dan berhasil guna.  Pengkoordinasian orang lain tidak berarti kegiatan tidak dapat dilakukan sendiri, hanya saja dalam pertimbangan efektifitas dan efisiensi, perlu pelibatan orang lain.  Lalu untuk dapat tercapai secara optimal pelibatan tersebut, perlu dikelola atau ada proses atau upaya pengkoordinasian yang disebut manajemen.

Ahli-ahli lain juga memberikan definisi yang kurang lebih sama.  Gibson, Donelly, dan Ivancevich (1996) menyebutkan manajemen adalah proses yang dilakukan seorang atau beberapa orang untuk mengkoordinasikan aktifitas orang lain untuk mencapai hasil-hasil yang tidak dapat dicapai oleh orang itu sendiri.  Follet dalam Stoner dan Wankel (1986), menyebutkan bahwa manajemen adalah seni untuk melakukan sesuatu melalui orang lain.  Kemudian Siagian dalam Dadang dan Sylvana (2007) mengemukakan bahwa manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.

Manajemen merupakan suatu ilmu dan juga suatu seni.  Sebagai suatu ilmu, manajemen harus memiliki landasan keilmuan yang kokoh. Sebagai seni, maka manajemen dipraktekkan berdasarkan keterampilan yang diterapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan
Dari batasan-batasan tersebut, dapat dikatakan bahwa manajemen adalah ilmu dan seni yang mempelajari bagaimana mengelola manusia melalui orang lain.


2.      Fungsi-fungsi Manajemen

Robbins dan Coulter (1999) menyebutkan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan.
·         Perencanaan
Mencakup pendefinisian tujuan, penetapan strategi, dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan. 
·         Pengorganisasian
adalah menentukan tugas apa saja yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana tugas-tugas dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, dan pada tingkat mana keputusan harus dibuat.
·         Kepemimpinan
meliputi kegiatan-kegiatan memotivasi bawahan, mengarahkan, menyeleksi saluran komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan konflik. 
·         Pengendalian
meliputi pemantauan kegiatan-kegiatan untuk memastikan bahwa semua orang mencapai apa yang telah direncanakan dan mengkoreksi penyimpangan-penyimpangan yang ada.

3.      Peran Manajemen
Peran manajemen di sini dapat dilihat dari peran seorang manajer dalam organisasi.  Organisasi dan manajemen adalah 2 bidang yang terkait erat.  Organisasi untuk berhasil memerlukan manajemen yang baik, dan manajemen tersebut dikelola oleh seorang manajer.  Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.

Peran manajer menurut Mintzberg dalam Robbins dan Coulter (1999) adalah peran antar pribadi, peran informasi, dan peran memutuskan, dengan penjelasan masing-masing adalah sebagai berikut :
  • Peran antar pribadi      : Peran-peran yang melibatkan kegiatan-kegiatan simbolis
                                            (figure head), pemimpin, dan penghubung.
  • Peran informasi           : Peran yang meliputi kecepatan-kecepatan memantau,
                                            menyebarkan, dan juru bicara.
  • Peran memutuskan      : Peran yang meliputi kewirausahawan, penanganan
  gangguan, pengalokasi sumber daya.

4.      Jenis-Jenis Manajer dan Keterampilan Manajer
Jenis-jenis atau tingkatan manajer menurut Robbins dan Coulter (1999) adalah :
·         Manajer lini pertama   : Manajer tingkat paling rendah.  Para manajer ini sering
                                                  disebut penyelia, manajer kantor, manajer departemen.

  • Manajer menengah      : Mencakup semua tingkat manajemen antara tingkat
                                                  penyelia dan tingkat puncak.  Misalnya kepala bagian,
                                                  kepala biro, manajer pabrik, manajer devisi, general
                                                  manajer, dekan.

  • Manajer puncak           : Manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan
               Keputusan organisasi.  Misalnya presiden direktur, CEO,
   COO, presiden komisaris.

Perbedaan tingkatan manajemen mempengaruhi fungsi manajemen yang dilakukan, di mana ada 2 fungsi manajemen yaitu manajemen administratif dan manajemen operatif. 
  • Semakin rendah jabatan, maka lebih banyak mengerjakan fungsi manajemen operatif. 
  • Semakin tinggi jabatan, lebih banyak menggunakan fungsi administratif. 

Menurut Stoner dan Hankel (1986), ada 3 tingkat keterampilan manajer, yaitu keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, dan keterampilan konseptual dengan penjelasan masing-masing sebagai berikut :
1.      Keterampilan teknis                : kemampuan menggunakan alat-alat, prosedur, dan
  teknik suatu bidang yang khusus.
2.      Keterampilan manusiawi         : Kemampuan untuk bekerja dengan orang lain.
3.      Keterampilan konseptual        : kemampuan mental untuk mengkoordinasi dan
                                      memadukan semua kepentingan dan kegiatan
                                                              organisasi.

Bagi manajer lini pertama, bobot yang terbesar adalah keterampilan teknis diikuti keterampilan manusiawi lalu keterampilan konseptual.   Semakin ke arah manajer puncak, bobot terbesar adalah keterampilan konseptual, diikuti keterampilan manusiawi, dan keterampilan teknis.

5.      Kemampuan Manajerial

Kemampuan manajerial adalah kemampuan manajer dalam mengatur, mengkoordinasikan, dan menggerakkan para bawahan ke arah pencapaian tujuan yang ditetapkan oleh organisasinya.  Kemampuan manajerial lahir dari proses pembelajaran.  Kegagalan mengoptimalkan kemampuan manajer ini disebabkan sebagai  berikut :
  • Manajer kurang mampu memahami kinerja yang diharapkan dari posisinya.
  • Kurang memahami peran manajerial yang diembannya.
  • Tidak menguasai keterampilan manajerial.
  • Tidak mampu memotivasi bawahan.

Untuk itu ada 10 langkah pengoptimalan kinerja manajer yaitu : (Dadang dan Sylvana, 2007)
·         Pekerjaan yang menarik.
  • Kesejahteraan memadai.
  • Keamanan bekerja.
  • Penghayatan terhadap pekerjaan.
  • Suasana kerja yang baik.
  • Promosi dan perkembangan diri mereka sejalan dengan kompetensi dan kontribusi. 
  • Pengertian dan simpati atas masalah pribadi.
  • Merasa terlibat dalam kegiatan-kegiatan kelompok kerja.
  • Kesetiaan manajer pada bawahan.
  • Selalu disiplin dalam bekerja.

6.      Manajemen Global
Manajemen global adalah manajer yang memiliki karakteristik fleksibel dalam arti dapat mengikuti perkembangan dan juga efisien dalam pemanfaatan sumber daya.  Global artinya berpandangan luas yaitu skala internasional.  Untuk arus globalisasi yang deras saat ini, dituntut peran manajer yang berwawasan global agar tidak tertinggal dalam perkembangan kegiatan. 




0 komentar:

Poskan Komentar

 
;