Pages

10 Oktober 2011

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI


Sebutan pemimpin atau manajer tidaklah perlu dicampur adukkan, karena kepemimpinan (leadership) adalah bagian tersendiri dari manajemen. Manajer melaksanakan fungsinya  yaitu penciptaan, perencanaan, pengorganisasian, memotivasi, komunikasi dan pengendalian (pengawasan).Bagaimanapun juga kemampuan seorang manajer untuk memimpin secara efektif akan mempengaruhi kemampuannya untuk mengelola, tetapi seorang pemimpin hanya membutuhkan kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang-orang. Dia tidak perlu menjalankan fungsi pada seorang manajer.Berikut ini akan dijelaskan tentang berbagai factor teori perilaku kepemimpinan efektif dalam organisasi formal.
1.Pentingnya Kepemimpinan Dalam Organisasi
    Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha-uasaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Tanpa kepemimpinan atau bimbingan hubungan antara tujuan perseorangan dan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang (lemah). Keadaan ini menimbulkan situasi dimana perseorangan bekerja untuk mencapai tujuan pribadinya,sementara itu keseluruhan organisasi menjadi tidak efisien dealam pencapaian sasaran-sasarannya. Oleh karena itu,kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses. Terlebih lagi pekerja-pekerja yang baik selalu ingin tahu bagaimana mereka dapat menyumbangkan dalam pencapaian tujuan organisasi,dan paling tidak,gairah para pekerja memerlukan kepemimpinan sebagai dasar motivasi eksternal untuk menjaga tujuan-tujuan mereka tetap harmonis dengan tujuan organisasi. Jadi,organisasi perusahaan yang berhasil,memiliki satu sifat umum yang menyebabkan otersebut dapat dibedakan dengan organisasi yang tidak berhasil. Sifat dan ciri umum tersebut adalah kepemimpinan yang efektif.
2.Teori teori Kepemimpinan
·         Latar belakang dan Studi –Studi Klasik Kepemimpinan
Kesuksesan dan kegagalan suatu organisasi selalu dihubungkan dengan kepemimpinan, namun sebenarnya kepemimpinan itu sendiri masih merupakan suatu konsep yang sulit diterangkan atau sebuah kotak hitam yang sangat indah. Banyak penelitian dan studi yang telah dilakuka untuk mengungkapkan tiga terpenting diantaranya :

Studi Lippit dan White, yang dilakukan oleh Ronald Lippit dan Ralph K. White pada akhir tahun 1930-an  yang dilakukan terhadap kelompok hoby dari anak-anak yang berumur 10 tahun. Masing-masing kelompok dipimpin oleh pemimpin yang mempunyai gaya  yang (style) berbeda yaitu otoriter (otokratis), demokratis atau laissezfaire. Walaupun penelitian ini tidak memesukan banyak variable, tetapi telah menemukan bahwa perbedaan gaya kepemimpinan telah menimbulkan reaksi dan hasil yang berbeda-beda.
Studi Ohio State , di Ohio State University mencoba menganalisa bermacam-macam dimensi dari perilaku pemimpin yang efektif dalam berbagai kelompok dan situasi.hasilnya diketemukan dua dimensi utama yang selalu muncul yaitu perhatian dan struktur pengambilan inisiatif. Study ini menunjukkan fungsi-fungsi kepemimpinan yang penting yaitu berpijak pada pengarahan tugas atau tujuan dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan individu.
Study Early Michigan yang dilakukan oleh pusat penelitian survei University Of Michigan pada tahun 1947. Studi ini bertujuan untuk menetukan prinsip-prinsip yang mempengaruhi produktivitas kelompok  kerja dan kepuasan para anggota kelompok atas dasar partisipasi yang mereka berikan . Jadi factor-faktor yang dikendalikan adalah seperti tipe pekerjaan , kondisi kerja dan metode kerj
3.Gaya kepemimpinan
   Berikiut  tiga gaya kepemimpinan

OTOKRATIS

DEMOKRATIS

LISSEZ-FAIRE

1.      Semua penentuan kebijaksanaan dilakukan oleh pemimpin.
1.Semua Kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan,dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
1. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu,dengan partisipasi minimal dari pemimpin.
.
2.teknik-teknik dan langkah-langkah kegiatan didikte oleh atasan setiap waktu,sehingga langkah-langkah yang akan dating selalu tidak pasti untuk tingkat yang luas.
.2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan,langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat,dan bila dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis,pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih
.2.Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberikan informasi pada saat ditanya. Dia tidak mengambil bagian dalam diskusi kerja
3. pemimpin biasanya mendikte tugas kerja bagian dan kerja bersama setiap anggota.

3.para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang merka pilih,dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.
3.sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.

4. pemimpin cenderung menjadi “pribadi” dalam pujian dan kecamannya terhadap setiap anggota; mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya.

4. Pemimpin adalah obyektif atau “fact-minded” dalam pujian dan kecamannya,dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok; biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.
.4. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai ata






0 komentar:

Poskan Komentar

 
;