Pages

05 Desember 2012

※Syarat Taubat Yang Di Terima ALLAH※

Sahabat dan saudaraku yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa Sunnatullah jika di dunia ini selalu berlangsung proses causa prima,dimana tidak ada akibat tanpa sebab,tidak ada hasil tanpa kerja keras,tidak ada pahala tanpa amal shaleh.

Demikian juga tidak ada Ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa kita Bertaubat.Seorang ahli sufi Ibnu Athaillah dalam kitabnya Al Hikam”Menyatakan bahwa sebesar apapun dosa yang pernah dilakukan,hendaknya tidak membuat kita terhalang untuk berbaik sangka,dan memohon Ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Janganlah berhenti berharap dan teruslah bertaubat,karena Kemurahan-Nya membuka kita pada sejuta harapan, untuk membangun masa depan pada kehidupan yang baik di dunia terlebih di akhirat.



Secara harfiah Taubat artinya Kembali,kembali dari maksiat menuju jalan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,kembali dari jalan syaithan menuju jalan yang di Ridhai-Nya,kembali dari perilaku buruk menuju perilaku baik,kembali dari tindakan bathil menuju tindakan yang haq.

Para Ulama sepakat bahwa Taubat dari perbuatan dosa adalah wajib,dan hendaknya dilakukan tiap saat, karena hampir setiap hari manusia melakukan perbuatan dosa dan kesalahan,baik disengaja maupun tidak disengaja.

Bila semakin banyak dosa yang ditunda untuk ditaubati,maka semakin jauh Ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,terlebih kita tidak pernah tahu kapan dan dimana ajal menjemput dan mengakhiri usia manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :“Wahai orang-orang yang Beriman’Bertaubatlah kepada ALLAH dengan Taubat yang semurni-murninya (taubat nasuha),mudah-mudahan Rabbmu akan Menghapus kesalahan-kesalahanmu,dan Memasukan kalian ke dalam Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..”(QS. At Tahrim : 8).

Bagaiman cara kita Bertaubat sehingga taubat kita layak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Para ulama menggariskan dan memberikan petunjuk dan syarat-syarat,cara bertaubat yang benar yaitu :

Pertama Bertaubat dari Dosa yang berhubungan langsung dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala,misalnya meninggalkan shalat,shaum,zakat dan ibadah mahdah lainnya.Kedua Bertaubat dari Dosa yang berhubungan langsung dengan sesama manusia misalnya merampas haknya,memfitnah,menuduh negatif,ghibah dll.

~※Bertaubat dari dosa yang berkaitan langsung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,Taubatnya harus memenuhi syarat yaitu :

~::.”An Yuqli’a ‘Anilma’siat “(Menghentikan Perbuatan Dosa).

~::.”An Yandama ‘Alaa Fi’lihaa”(Menyesali Dosa yang Telah dilakukan)

~::.”An Ya’zima alaa Ya’uuda Ilaiha Abadan”(Bertekad tidak melakukan Dosa itu selama-lamanya).

Apabila salah satu syarat diatas tidak terpenuhi,maka taubat tersebut tidak sah,dan berpotensi tidak di terima Taubatnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,karena manusia terkadang ada yang hanya taubat sesaat,setelah itu kumat lagi,oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya menerima Taubat yang semurni-murninya yakni taubat nasuha.

~※Bertaubat dari dosa yang berkaitan langsung kepada Sesama Manusia Taubatnya harus memenuhi syarat-syarat yaitu :

~::.”An Yabraa min Haqqi Shaahibihaa”(Harus menyelesaikan urusannya dengan orang yang Bersangkutan).

~::.”An Yuqli’a ‘Anilma’siat “(Menghentikan Perbuatan Dosa).

~::.”An Yandama ‘Alaa Fi’lihaa”(Menyesali Dosa yang Telah dilakukan)

~::.”An Ya’zima alaa Ya’uuda Ilaiha Abadan”(Bertekad tidak melakukan Dosa itu selama-lamanya).

Bertaubat dari dosa yang berhubungan dengan sesama manusia,Semua Ulama berpendapat yang sama,Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Tidak Akan Mengampuni dosa yang berhubungan sesama manusia,Sebelum menyelesaikan urusannya dengan orang yang bersangkutan.

Apabila berhubungan dengan Merampas Hak Orang lain,Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengampuni dosanya,sebelum ia mengembalikan seluruh hak yang dirampasnya kepada pemiliknya.

Apabila berhubungan dengan memfitnah dan menuduh negatif, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengampuni dosanya,sebelum ia memulihkan nama baik orang yang dijatuhkannya.

Apabila berhubungan dengan mengumpat dan menyakiti perasaan sesama manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengampuni dosanya,sebelum ia meminta dibukakan pintu maaf kepada orang yang tersakiti.

Oleh karena itu Jangan pernah kita menunda untuk taubat, Bila masih ada yang terlanjur larut dalam lumpur dosa,segeralah bertaubat dan kembalilah taat kepada-Nya,Bila masih ada yang terlajur merampas hak orang lain kembalikan kepada pemiliknya,

Bila masih ada yang terlanjur menfitnah orang lain pulihkan nama baik orang yang dijatuhkan,karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :“Janganlah kalian berputus asa dari Rahmat ALLAH,Sesungguhnya ALLAH Mengampuni dosa-dosa semuanya,Sesungguhnya DIA-lah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang”.(QS. Az Zumar : 53).

※Sahabat saudaraku fillah Semoga untaian sederhana diatas manfaat buat kita semua sebagai Renungan, Silakan di Tag/Share,semua untuk umat dan syiar Islam. Bantu Tag sahabat-sahabat yang lain. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;