Pages

05 April 2013

Bagaimana Perubahan Bisnis dilihat Dari Sisi Konsumen dan Perusahaan

Harapan Semakin Tinggi

Harapan merupakan perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya. Pengertian ini didasarkan pada pandangan bahwa harapan merupakan standar prediksi yang dilakukan konsumen dalam melakukan pembelian. Menurut Olson dan Dover (Zeithaml, 1993), harapan pelanggan merupakan keyakinan pelanggan sebelum mencoba atau membeli suatu produk, yang dijadikan standar atau acuan dalam menilai kinerja produk tersebut. Meskipun demikian, dalam beberapa hal belum tercapai kesepakatan, misalnya : sifat standar harapan yang spesifik, jumlah standar yang digunakan, maupun sumber harapan. Menurut (Sri Mulyani, 2003) model konseptual mengenai harapan pelanggan terhadap jasa dipengaruhi oleh faktor–faktor sebagai berikut :
  1. Enduring Service Intensifiers
    Merupakan faktor yang bersifat stabil dan mendorong pelanggan untuk meningkatkan sensifitasnya terhadap jasa. Faktor ini meliputi harapan yang disebabkan oleh orang lain dan filosofi pribadi seseorang megenai jasa.
  2. Personal Need / Kebutuhan perorangan
    Kebutuhan yang dirasakan seseorang mendasar bagi kesejateraanya juga sangat memerlukan harapannya. Misalnya kebutuhan fisik, sosial, psikologi.
  3. Transitory Service Intensifiers
    Faktor individual yang bersifat sementara (jangka rendah) yang meningkatkan sensitivitas pelanggan terhadap jasa. Faktor itu mencakup: (a). situasi darurat pada saat pelanggan sangat membutuhkan jasa dan ingin menyediakan jasa dan dapat membantunya. (b). Jasa terakhir yang dikonsumsi pelanggan dapat pula menjadi acuannya untuk menentukan baik–buruknya jasa berikutnya. 
  4. Perceived Service Alternatives
    Merupakan persepsi pelanggan terhadap tingkat atau derajat pelayanan perusahaan lain yang sejenis. Jika konsumen memiliki beerapa alternatif, maka harapannya terhadap suatu jasa cenderung akan semakin besar. 
  5. Self Percuived Service Role
    Merupakan persepsi pelanggan tentang tingkat atau derajat keterlibatannya dalam mempengaruhi jasa yang diterimanya. Apabila konsumen terlibat dalam proses penyampaiannya jasa dan jasa yang terjadi ternyata tidak begitu baik, maka pelanggan tidak bisa menimpakan kesalahan sepenuhnya kepada pihak penyedia jasa. 
  6. Situational Factors / faktor situasi
    Faktor situasi terdiri atas segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi kinerja jasa, yang berada diluar kendali penyedia jasa.
  7. Explicit Services Promises / Janji pelayanan secara eksplisit
    Merupakan pernyataan (secara personal atau non personal) oleh organisasi tentang jasanya kepada pelanggan. Janji ini bisa berupa iklan, personal selling, perjanjian atau komunikasi dengan karyawan organisasi tersebut. 
  8. Implicit Service Promises / janji pelayanan secara implisit
    Merupakan petunjuk yang berkaitan dengan jasa, yang memberikan kesimpulan bagi pelanggan tentang jasa yang bagaimana yang seharusnya, dan yang akan diberikan.
     
  9. Word – of – Mouth / Rekomendasi
    Merupakan pernyataan yang disampaikan kepada pelanggan, dan ini biasanya cepat diterima oleh pelanggan karena yang menyampaikan adalah mereka yang dapat dipercaya seprti para pakar, teman, keluarga, dan publikasi media massa.
     
  10. Past Experience / Pengalaman
    Merupakan pengalaman masa lampau atau diketahui pelanggan dari yang pernah diterimanya di masa lalu dan harapan ini dari waktu ke waktu berkembang seiring dengan semakin banyaknya informasi yang diterima pelanggan serta semakin bertambahnya pengalaman pelanggan. Harapan pelanggan melatar belakangi mengapa dua organisasi pada bisnis yang sama dapat dinilai berbeda oleh pelanggannya. Umumnya harapan pelanggan merupakan perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya.
Valerie. A Zeithaml (1993) mengatakan setiap konsumen pasti memiliki harapan dalam membuat suatu keputusan pembelian, harapan inilah yang memiliki peran besar sebagai standar perbandingan dalam mengevaluasi kualitas produk tersebut maupun kepuasan konsumen. Ketika konsumen mendapatkan suatu produk sesuai dengan harapannya, maka konsumen akan mempertahankan produk yang di dapatkannya sehingga tercipta sikap loyal dari konsumen itu sendiri. Maka dapat disimpulkan bila semakin besar harapan pelanggan yang terpenuhi maka semakin tinggi tingkat loyalitas pelanggan. Pada penelitian ditentukan empat indikator dari variabel harapan pelanggan menurut Sri Mulyani (2003), yaitu :
  1. Personal Need / kebutuhan pribadi 
  2. Explicit Services Promises / janji pelayanan secara eksplisit 
  3. Implicit Service Promises / janji pelayanan secara implisit 
  4. Pengalaman masa lampau.
Berdasarkan uraian di atas, hipotesis yang diajukan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 : Semakin besar harapan pelanggan yang terpenuhi maka semakin tinggi tingkat loyalitas pelanggan.

Salah satu yang membuat konsumen puas,adalah harapannya bisa terpenuhi dengan baik,semua konsumen pasti akan kecewa bila harapannya kepada produsen atau pedagang tidak terpenuhi.Nah salah satunya adalah harapan mereka agar jam buka toko yang lebih lama dan kalau bisa tidak mengenal hari libur.Dan biasanya harapan konsumen akan semakin tinggi seiring dengan bertumbuhnya bisnis kita serta semakin beragam dan banyaknya konsumen.Apalagi bila kita membidik kelas atas,maka standar kepuasan konsumen akan semakin tinggi pula.

Setiap pelanggan ingin dilayani dengan baik dan kebutuhan-kebutuhannya dipenuhi. Sudah menjadi kewajiban setiap perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik. Semakin baik perusahaan melayani pelanggan, maka pelanggan akan merasa bahagia dan akhirnya puas. Meskipun bukan merupakan hal yang baru, kepuasan pelanggan masih sangat relevan untuk dibahas oleh perusahaan. Bagi suatu perusahaan kecil, mungkin mereka tidak menaruh perhatian yang mendalam tentang pengertian kepuasan pelanggan. Yang penting bagi mereka adalah bagaimana agar pelanggan mereka kembali lagi membeli dari perusahaannya, karena hal ini akan mempengaruhi kinerja keuangan yang berkelanjutan. Inilah tujuan sebenarnya dari kepuasan pelanggan. Lalu apa itu kepuasan pelanggan? Bagaimana seharusnya perusahaan memuaskan pelanggan ?

Terlebih dahulu kita harus tahu dulu siapa atau pelanggan mana yang harus dipuaskan. Semua yang Anda layani adalah pelanggan. Bawahan Anda, rekan kerja Anda, atasan Anda adalah pelanggan Anda. Orang yang membeli dari Anda atau perusahaan Anda, orang yang memasok produk-produk atau bahan mentah kepada Anda juga pelanggan Anda. Jenis pelanggan yang pertama dapat dikategorikan sebagai pelanggan internal, sedangkan yang kedua termasuk kategori pelanggan eksternal. Pelanggan-pelanggan ini semuanya menginginkan kepuasan terhadap pelayanan yang Anda berikan.

Kepuasan akan terjadi apabila kinerja yang diberikan sama atau melebihi harapan pelanggan Anda. Tepat seperti yang disebut oleh Kotler, bahwa kepuasan pelanggan merupakan tingkatan perasaaan seseorang setelah membandingkan kinerja yang dirasakan dengan harapannya. Atau dapat dikatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah persepsi terhadap produk atau jasa yang telah memenuhi harapannya. Pelanggan tidak akan puas kalau pelanggan mempunyai persepsi bahwa harapannya belum terpenuhi. Pelanggan akan puas kalau persepsinya sama atau lebih dari yang diharapkan. Jadi untuk memuaskan pelanggan, kuncinya sederhana yaitu berikanlah sesuai atau lebih dari yang diharapkan pelanggan Anda.

Misalnya, jika Anda harus memberikan laporan kepada atasan Anda, apa yang harus Anda lakukan supaya atasan Anda puas ? Berikanlah laporan secara tepat waktu, bahkan bukan hanya tepat waktu tetapi lebih cepat dari yang diminta atasan Anda. Misalnya atasan Anda minta agar laporan diserahkan pukul 8 pagi, namun Anda menyerahkan laporan jam 07.30 pagi, pasti atasan Anda puas, tentu dengan syarat laporan Anda bagus. Atau atasan Anda minta data-data penjualan bagian penjualan, tetapi Anda memberikan laporan lengkap dengan analisisnya atau bahkan dilengkapi dengan penyajian grafik yang lebih lengkap. Inilah yang namanya melebihi harapan atasan Anda. Jika apa yang Anda berikan melebihi harapan atasan Anda, maka atasan Anda akan puas.

Anda memberikan ‘janji’ kepada pelanggan Anda bahwa kiriman Anda akan sampai dalam satu hari. Kemudian kiriman tersebut sudah sampai dalam waktu kurang dari satu hari, maka pelanggan Anda akan puas. Sebaliknya ketidakpuasan akan terjadi kalau kiriman Anda sampai melebihi satu hari.

Demikian juga, apabila Anda membeli suatu produk tertentu, tentu Anda akan berharap bahwa produk tersebut dapat berfungsi dengan baik. Apabila harapan Anda terpenuhi, maka Anda akan puas, dan sebaliknya, Anda akan kecewa.

Kepuasan pelanggan bersifat tidak statis, artinya standar kepuasan pelanggan akan selalu berubah. Banyak faktor yang menyebabkan standar kepuasan pelanggan berubah. Misalnya pesaing Anda mampu memberikan layanan pengiriman kurang dari satu hari, maka harapan pelanggan yang tadinya berharap kiriman sampai dalam satu hari akan berubah karena terpengaruh oleh janji yang diberikan oleh pesaing. Dalam hal ini, harapan pelanggan sudah berubah. Jika Anda masih memberikan pelayanan seperti itu (kiriman sampai dalam satu hari) sementara pesaing Anda sudah berubah – mampu menyampaikan kiriman kurang dari satu hari, maka pelanggan tidak akan puas dengan pelayanan Anda karena harapannya sudah berubah.

Faktor lain yang mempengaruhi harapan pelanggan adalah kejelasan informasi sehingga harapan pelanggan terlalu tinggi. Atau Anda mungkin berjanji di luar kemampuan Anda sehingga pelanggan Anda mempunyai harapan yang tinggi. Kepuasan juga terjadi karena pengalaman-pengalaman pelanggan dalam menggunakan produk atau jasa Anda. Dengan demikian, setiap pengalaman baru akan mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Apa yang harus Anda lakukan ? Pertama, Anda harus terus-menerus meningkatkan layanan Anda. Kedua, Anda bisa mengelola harapan pelanggan dengan memberikan informasi yang jelas dan lengkap. Yang jelas Anda harus mengetahui apa harapan pelanggan-pelanggan Anda, kemudian memenuhinya. Semakin detail Anda mengetahui harapan pelanggan dan kemudian berhasil memenuhinya, maka keberhasilan pencapaian kepuasan pelanggan akan semakin tinggi.

Persaingan Makin Tajam

Kondisi perekonomian dewasa ini sudah menunjukkan kecenderungan yang bersifat global. Hubungan antar negara atau bangsabangsa di dunia di bidang ekonomi saat ini mulai tidak mengenal batasbatas wilayah negara secara geografis. Ketika Ohmae (1980) mengemukakan tentang Triad Power, kenyataan yang ada menunjukkan bahwa perekonomian di dunia ini memang di dominasi oleh tiga kekuatan, yaitu Amerika Serikat, Masyarakat Eropa, dan Jepang. Dominasi dari ketiga kekuatan tersebut saat ini masih sangat nampak meskipun sudah mengalami erubahan, yaitu munculnya kekuatankekuatan baru dari Asia Timur. Tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi dunia ada di Asia Timur yang berdampak pada akumulasi perdagangan internasional dan investasi. Saat ini perhatian dunia di bidang bisnis mulai tertuju ke wilayah Asia Timur, yang pada akhirnya akan menciptakan persaingan yang ketat.

Perekonomian Global : Tantangan dan Peluang
Istilah globalisasi menurut Daniels and Daniels (1993), dapat diartikan pengkondisian yang mencakup :
  1. Pelaksanaan bisnis di sejumlah negara di dunia, penyeimbangan kualitas global barang dan jasa serta kebutuhan unik dari berbagai basis pelanggan local.
  2. Penggolongan kualitas ethnosentrik yang secara kultural tidak menunjukkan batas yang jelas, apapun kebangsaannya.
  3. Pemanfaatan sumber dan keahlian tanpa memandang jenis kewarganegaraann ya.
Dengan mengacu pada pengertian di atas, dapat dipandang bahwa di manapun mereka berada di dunia ini, karakteristik kebutuhan dan keinginannya cenderung tidak berbeda. Perekonomian global baru sedang terjadi yang menghadapkannya pada perusahaan perusahaan dengan berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidup mereka disamping peluang-peluang untuk mencapai pertumbuhan dan laba. Munculnya negara wilayah seperti Uni Eropa telah merubah logika global yang mendefinisikan bagaimana peerusahaan-perusahaan beroperasi dan bagaimana pemerintah dari negara-negara bangsa memahami peran yang seharusnya dilakukan dalam masalah ekonomi.

Kekuatan Yang Membentuk Perekonomian Global
Perekonomian global terbentuk oleh adanya dorongan berbagai kekuatan, yang meliputi:
  1. Perubahan teknologi yang tercermin pada perubahan industri dari negara maju ke negara sedang berkembang.
  2. Realokasi sumber-sumber dari industri yang padat karya dan modal tradisional ke industri yang padat teknologi dan keahlian (skill).
  3. Tingkat inovasi yang semakin tinggi, menyangkut kecepatan, ketersediaan dan efektifitas biaya komunikasi internsional.
  4. Adanya perekonomian global tersebut telah memunculkan pesaingpesaing dan pasar-pasar baru.
Aktor Dalam perekonomian Global
Terciptanya perekonomian global sudah ditunjukkan oleh adanya kecenderungan sejak tahun 1980an. Ada beberapa kekuatan ekonomi yang mendominasi perekonomian dunia, yaitu :
  1. Tiga Poros Kekuatan Ekonomi
  2. Tiga poros kekuatan ekonomi ini meliputi Amerika Serikat,
Masyarakat Ekonomi Eropa dan Jepang. Ekspor-impor mereka menguasai empat per lima dari ekspor-impor dunia. Volume perdagangan antara ketiga poros itu sebesar dua per tiga dari perdagangan dunia.
Masyarakat Eropa
Sejak terbentuknya Masyarakat Eropa, telah ditetapkan pasar umum, termasuk menghilangkan hambatan-hambatan dalam perpindahan barang, jasa orang dan modal diantara semua anggota.
Kelompok NAFTA
NAFTA atau North American Free Trade Agreement, terbentuk tahun I992 dengan anggota sebanyak tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Mexico. Mereka telah menyepakati dihapuskannya hambatan-hambatan dalam perdagangan dan investasi internasiona.

Jepang
Jepang merupakan pasar yang sulit dimasuki. Akan tetapi akhirakhir ini pasar mereka sudah semakin terbuka, khususnya bagi produk Eropa dan Amerika. Dengan produk yang tepat dan strategi pemasaran yang tepat, para pengusaha Eropa dan AS dapat bersaing di pasar Jepang dan bahkan dapat berkembang seperti yang telah dicapai oleh Aplle
Computer dan sebagainya.

Eropa Timur dan Cina
Pola ekonomi terpimpin atau perencanaan pusat telah diterapkan di negara-negara Eropa Timur dan Cina. Namun saat ini mereka telah berubah. Negara-negara dengan seperempat penduduk dunia ini telah beralih ke sistem berbasis pasar yang memungkinkan untuk berpartisipasi secara penuh dalam perekonomian global.

Negara-negara Industri Baru
Negara-negara Industri Baru yang dikenai dengan nama Newly Industrializing Countries (NIC) terdiri atas Korea Selatan, Hongkong, Taiwan dan Singapura. Perekonomian mereka menjadi sangat maju. Mereka sangat agresif memasuki pasar internasional dengan elektronik konsumen, otomotif dan barang industri lain.

APEC
Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Jepang danAS yang sudah kuat, telah diperkirakan akan menjadi pasar bebas yang Empirisma, Volume 14 No. 1 Januari 2005 117
Ac hmad Mu n i f, Meningkatkan DavaSaing sangat besar, dan telah memacu pengembangan pasar global. Mereka telah bersepakat membuka pasar bebas tahun 2020.

AFTA
Asean Free Trade Agreement (AFTA) mencakup negara-negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malasyia, Singapura, Brunai Darussalam, Thailand dan kemudian Vietnam menyusul. Tahun 2004 telah menjadi patokan mereka untuk melakukan liberalisasi perdagangan dan investasi.

Implikasi Perekonomian Global
Lingkungan bisnis telah berubah secara radikal dan sangat berbeda dari masa lalu. Perubahan ini disebabkan oleh adanya perekonomian global. Perusahaan-perusahaan yang ingin bertahan dan lebih maju mulai dekade 90-an ini perlu mengembangkan strategi baru.
Mereka ini tidak terbatas paa perusahaan internasional saja, tetapi juga perusahaan domestik, besar maupun kecil. Fokusnya harus pada penciptaan laba dan pertumbuhan di perekonomian internasional yang menunjukkan arus produk, teknologi, modal dan bisnis yang sangat besar antar negara. Dalam perekonomian seperti ini, tidak satu pasarpun yang
selamanya aman dari persaingan asing. Demikian pula, perusahaan yang hanya beroperasi di pasar domistik, lambat laun akan mengalami persaingan yang keras, bahwa pasar domistik itu tidak ada lagi selain pasar global. Hal diatas dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa bukannya untuk semua perusahaan harus go internasional, akan tetapi harus membuat suatu perencanaan (planning) untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup di dunia persaingan global. Tentunya perusahaan tidak dapat mengandalkan hanya hidup pasar domistik saja. Dengan kata lain tidak ada tempat bagi perusahaan untuk bersembunyi dari pesaingpesaing luar negeri.

Pelanggan atau Konsumen : Titik awal Persaingan
Pelanggan atau konsumen adalah orang yang mempunyai berbagai kebutuhan dan keinginan dan memerlukan perusahaan sebagai mitra yang dapat memenuhi harapan dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan konsumen. Satu perusahaan hanya dapat memenuhi sebagian saja dari kebutuhan dan keinginan tersebut dan untuk memenuhinya perusahaan menghadapi persaingan yang cenderung semakin ketat. Jika kita berpengalaman sebagai pelanggan atau konsumen, maka kita dapat mengambil pelajaran ini dalam memberikan pelayanan kepada
pelanggan. Oleh karena itu perusahaan perlu memberlakukan pelanggannya seperti ketika perusahaan diperlakukan oleh pemasoknya. Urutan prioritas yang dilakukan perusahaan adalah :
  •  Pelanggan/konsumen 
  • Karyawan 
  • Panduan prosedur perusahaan
Kesalahan dalam penempatan urutan dapat beraki bat kegagalan bagi perusahaan. Akan tetapi langkah-langkah mengatasi persaingan yang semakin ketat tidak boleh ditingggalkan. Meskipun cara yang dilakukan untuk melayani pelanggan atau konsumen sudah dirasakan prima, tetapi tidak memperhatikan persaingan maka kegagalan tentunya tidak akan
dapat dihindarkan. Dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, perusahaan bukanlah satu-satunya organisasi yang dapat melakukannya, tetapi ban yak perusahaan yang berebut untuk melayani pelanggan yang sama. Penawaran cenderung berlebihan, melebihi permintaan yang ada. Sehingga persaingan tidak dapat dielakkan, dan kondisi ini berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

Indikator Persaingan Global
Faktor persaingan telah menjadi alasan utama untuk memasuki pasar global bagi kebanyakan perusahaan. Beberapa indikator yang mencerminkan terjadinya persaingan global adalah :
  1. Munculnya lebih banyak pesaing yang beroperasi pada tingkat dunia.
  2. Pesaing-pesaing yang terjun ke arena persaingan yang sama dipandang sebagai pesaing global, karena mereka menerapkan strategi global untuk melayani pasar global, barang dan jasa global, lokasi global dan gerakan persaingan global.
  3. Munculnya pesaing-pesaing dari Negara-negara lain.
Persaingan global juga terjadi datangnya pesaing-pesaing dari negara-negara lain, bahkan dari benua lain. Karena perbedaan latar belakang dalam pencapaian tujuan dan pendekatan, persaingan global antara rival-rival dari negara-negara lain cenderung semakin hebat.
Terjadinya interdependensi antar negara. Sangat dimungkinkan bahwa pesaing secara sengaja menciptakan interdependensi yang kompetitif antar negara dengan menggunakan suatu strategi global. Hal ini akan ditandai dengan adanya aktivitas bersama. Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan pabrik di Indonesia untuk melayani pasar Jepang dan Amerika, sehingga pangsa pasar yang dicapai di Amerika akan mempengaruhi volume di pabrik Indonesia. Semakin tingginya volume perdagangan internasional. Semakin meningkatnya volume ekspor dan impor antar negara menyebabkan semakin tingginya tingkat aktivitas para pesaing yang ada di negara-negara lain untuk berinteraksi satu sama lain. Disamping itu tingkat perdagangan yang tinggi dapat merubah sifat persaingan. Perusahaan-perusahaan dari negara lain yang beroperasi pada tingkat dunia, seperti dari Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Singapore ban yak dibantu oleh pemerintah masing-masing. Demikian pula perusahaan-perusahaan Indonesia yang beroperasi di luar negeri juga dibantu oleh pemerintah, sehingga persaingan yang terjadi bisa melibatkan persaingan antar pemerintah.

STRATEGI DALAM PERSAINGAN GLOBAL
Istilah strategi yang dipakai disini sudah tidak sesuai lagi jika menggunakan pendekatan tradisional yang diartikan sebagai suatu rencana manajemen puncak untuk mencapai keluaran yang selaras dengan misi dan tujuan organisasi. David (1995), bahwa strategi itu merupakan rencana dan kejadian riil yang dilakukan oleh perusahaan. Perubahanperubahan
kondisi yang nyata terjadi tanpa direncanakan juga dimasukkan ke dalam pengertian strategi. Berbagai alternatif strategi bisnis yang dapat ditempuh perusahaan dalam menghadapi persaingan global adalah :
  1. Memperluas wilayah pasar secara geografis. 
  2. Melakukan deversifikasi
  3. Melakukan akuisisi
  4. Mengadakan pengembangan produk
  5. Melakukan penetrasi pasar
  6. Mengadakan perampingan bisnis 
  7. Melakukan likuidasi 
  8. Mengadakan joint venture.
Sedang alternatif strategi pemasaran global yang memungkinkan untuk ditempuh oleh perusahaan adalah :
  1. Strategi pemasaran global terpadu
  2. Strategi segmen global. 
  3. Strategi ketegori produk global 
  4. Strategi elemen bauran pemasaran global
  5. Strategi produk global 
  6. Strategi periklanan global.
Strategi untuk memasuki pasar internasional merupakan suatu rencana yang komprehensif. Mencakup penentuan tujuan, sasaran, sumber-sumber dan kebijakan yang akan memandu perusahaan dalam operasi bisnis internasionalnya agar dapat mencapai pertumbuhan di pasar global dalam jangka panjang.

Periode waktu untuk strategi ini adalah tiga sampai lima tahun. Strategi yang seharusnya dibangun didasarkan pada segmen pasar luar negeri untuk setiap jenis produk, karena setiap segmen pasar mempunyai karakteristik yang berbeda. Jika strategi tidak dikembangkan untuk pasar/produk, maka pendekatan yang dipakai hanya pendekatan penjualan terhadap pasar luar negeri.

Faktor-faktor Kompetitif
  1. Kecocokan kualitas
    Yang dimaksud dengan kecocokan kualitas disini adalah
    kecocokannya dengan persyaratan yang diminta oleh pelanggan. Ini merupakan satu dimensi tentang tantangan kualitas secara keseluruhan. Kualitas dalam konteks ini diartikan sebagai produk yang berkinerja seperti yang diharapkan.
  2. Harga
    Penetapan harga merupakan suatu persoalan yang perlu ditentukan
    secara khusus sesuai dengan strategi dan kondisi pasar. Strategi bisnis seperti yang ditempuh oleh perusahaan apakah pertumbuhan pangsa pasar atau pertumbuhan laba? jika strategi pertama yang dipilih, maka harga jual yang ditetapkan rendah dan sebaliknya. Seperti apakah posisi perusahaan di pasar, apakah sebagai pesaing di segmen yang sempit, atau mungkin di segmen dengan harga lebih tinggi.
  3. Fleksibilitas
    Keunggulan kompetitif sering dimiliki perusahaan yang dapat
    memberikan pelanggannya dengan berbagai pilihan, seperti lini produk yang lebih luas ditambah produk yang dapat disesuaikan dengan penggunaan sendiri, dan dari segi kuantitas dapat memenuhi kebutuhan yang spesifik, bukannya sekedar untuk mendapatkan harga lebih murah. Fleksibilitas juga dapat ditunjukkan dengan adanya respons yang cepat dan periode hantar yang pendek.
  4. Penghantaran tepat waktu
    Di banyak industri, kemampuan perusahaan untuk menyampaikan
    barang tepat waktu sepanjang masa sangat memungkinkan bagi perusahaan tersebut untuk mendominasi bisnis dan para pesaingnya.
Konsep Kualitas untuk Meningkatkan Daya Saing
Bila ditinjau dari perspektif perusahaan atau produsen dan konsumen, definisi kualitas secara luas menurut David 1993, yaitu: merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Jadi pada prinsipnya pengertian kualitas tidak terbatas pada ‘produk akhir yang dihasilkan suatu perusahaan. Ada lima alternatif perspektif kualitas yang biasa digunakan dalam meningkatkan daya saing sebuah perusahaan, yaitu :
  1. Transcendental Approach
    atau diketahui, tetapi sulit didefinisikan secara persis atau akurat.
     
  2. Product-based Approach
    Pendekatan ini sifatnya obyektif dari dari menganggap kualitas
    sebagai karakteristik atau atribut yang dapat dikuantitatifkan dan dapat diukur. 
  3. User-bused Approach
    Pendekatan
    ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada orang yang memandangnya dan produk yang paling memuaskan preferensi seseorang dan merupakan produk yang berkualitas paling tinggi. Pendekatan ini merupakan suatu kualitas yang dapat dirasakan Manufacturing-based Approach Pendekatan ini berfokus pada penyesuaian spesifikasi yang di kembangkan secara internal, yang seringkali didorong oleh tujuan peningkatan produktivitas dan penekanan biaya. Jadi yang mementukan kualitas adalah standar-standar yang ditetapkan perusahaan, bukan konsumen yang menggunakannya. 
  4. Vulue-based Approach
    Pendekatan ini memandang bahwa kualitas dari segi nilai dan
    Basis Yang Bersifat Non Fisik Untuk Meningkatkan Daya Saing Peningkatan daya saing perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan empat basis utama. Yang satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan yang tinggi (Hill and Jones, 1995). Keempat basis tersebut, yaitu :
    • Respon yang superior pada pelanggan
      Untuk memiliki responsif yang tinggi pada pelanggan, perusahaan
      harus dapat memberikan secara akurat apa yang mereka inginkan ketika mereka menginginkannya. Faktor waktu sangat penting, artinya perusahaan dapat memberikan respon, atau menanggapi pesanan secara cepat pada pelanggan. 
    • Kualitas yang superior
      Kualitas superior disini dimaksudkan sebagai kualitas produk
      pada tingkatan yang tinggi pada setiap keinginan pelanggan yang dipenuhinya. Dengan kata lain realitas tentang kualitas melebihi harapan pelanggan mengenai kualitas. Dalam jangka panjang, produk perusahaan itu dapat memiliki reputasi di mata pelanggan. 
    • Efisiensi yang superior
      Efisiensi disini menyangkut persoalan tentang transformasi dari
      masukan, berupa faktor-faktor produksi, menjadi output, berupa barang dan jasa. Efisiensi diukur berdasarkan biaya-biaya masukan yang diperlukan untuk memproduksi keluaran tersebut. Semakin rendah biaya masukan yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran tertentu berarti perusahaan itu semakin efisien.
Daya inovasi superior dan pengembangan produk baru yang berkel anjutan. Inovasi dapat diartikan sebagai sesuatu yang baru tentang cara sebuah perusahaan beroperasi atau produk dibuat. Jadi inovasi mencakup kecanggihan dalam ha1 jenis produk, proses produksi, sistem manajemen, struktur organisasi dan strategi yang dikembangkan oleh perusahaan.
Pengembangan produk baru yang berkelanjutan sangat erat kaitannya dengan daya inovasi yang superior.

Basis Yang Bersifat Fisik untuk Meningkatkan Daya Saing
Peningkatan daya saing perusahaan memerlukan juga basis yang bersifat phisik atau yang bersifat kentara, yang mudah dilihat sehingga dapat menciptakan persepsi tertentu pada pelanggan. Basis tersebut adalah :
  1. Sumberdaya manusia yang superior
    Sumberdaya manusia yang superior merupakan faktor kunci bagi
    perusahaan dalam mencapai daya saing yang tinggi menghadapi persaingan yang semakin ketat dan cepat berubah. Manajemen sumber daya manusia yang handal sangat menentukan terciptanya sumber daya manusia yang superior. Faktor pemberdayaan, sekuriti, kelompolc kerja, kompensasi, pendidikan dan pelatihan ikut memegang peranan penting dalam mencapai upaya tersebut.
  2. Fasilitas, peralatan dan teknologi yang superior
    Fasilitas, peralatan dan teknologi yang superior dimanfaatkan oleh
    perusahaan ikut menentukan penciptaan daya saing yang tinggi.
  3. Jalur Pasokan dan distribusi yang superior.
    Bagi perusahaan yang mempunyai jalur pasokan dan distribusi
    yang panjang akan menjadi sensitif terhadap terjadinya perubahan selera pelanggan, khususnya berkaitan dengan kecepatan dan keselamatan barang melewati jalur tersebut. Penyalur yang independen mempunyai kaitan yang tidak terpisahkan sebagai mata rantai distribusi yang menyeluruh dalam sistem yang ada. Pemeliharaan dan hubungan yang baik dan kepercayaan antar lembaga distribusi menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;